Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘opini’ Category

Alhamdulillah, Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Lama sekali saya tidak meng-update blog saya ini. Pengunjungnya sih lumayan, paling tidak 100 orang perhari, tapi kebanyakan cuma download murottalnya Thoha Al-Junayd –waffaquhullah-. Padahal, yang saya inginkan dengan blog ini adalah agar tulisan saya dibaca (memangnya ada tulisan kamu? Kan mayoritasnya hasil CP). Setidaknya yang tulisan saya dibaca, begitu. Tapi, dasar saya yang malas menulis sendiri dan juga update blog, al-jazaa’ min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai amal seseorang.

Setelah saya merenungi diri saya yang demikian ini, yang tak seaktif dulu (untuk urusan ngeblog), jarang menelurkan tulisan pribadi, dan segudang prestasi buruk yang selama ini saya sandang, ternyata ketemu masalahnya, malas untuk aktif alias pasif.

Malas, penyakit kronis yang memang saya rasakan belakangan ini. Tapi, ketika saya membaca tulisan beberapa kawan di blog mereka, kok mereka bisa begitu enteng dan ringan menulis. Parahnya, tulisan mereka itu bagus dan inspiratif. Lha, saya? Duh, jauh dari kesan seorang penulis (memang bukan penulis, kok! Blogger, tepatnya). (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Assalamu’alaikum

5 tahun itu sebentar ya?! Kayaknya baru kemaren PEMILU, eh, sekarang dah mau pemilu lagi, pesta demokrasi, kata orang. Majalah Asy-Syariah edisi terbaru juga seolah tak ingin melewatkan ‘momentum besar bagi bangsa ini’ dengan menyuguhkan kepada para pembaca beragam artikel menarik seputar pemilu, demokrasi, dan partai politik ‘bernuansa islami’. Bagi Anda pecinta bangsa Indonesia, yang nasionalis, tentu akan senang jika bangsanya makmur dan sejahtera, juga terciptanya keadilan serta tegaknya kebenaran. Anda yang nasionalis, tentu akan sangat sayang akan kebahagiaan Indonesia. Begitu pun saya, walaupun saya nggak mau dikatakan ‘nasionalis’ dalam arti sempit.

Jika Anda menjawab, “Iya, saya cinta Indonesia”, tentu Anda akan memberikan yang terbaik buat Indonesia, bukan? Nah, coba Anda baca artikel-artikel berikut ini. Terlebih bagi Anda yang ‘sudah terlanjur’ bergabung dengan sebuah organisasi bernama partai politik, apalagi yang disertakan di belakangnya, partai dakwah Islam. Silahkan simak, demi Indonesia yang lebih baik!

(lebih…)

Read Full Post »

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh (Mufti Saudi Arabia)

Bahwa pada kisah Nabi Musa Alaihissalaam dengan Fir’aun terdapat banyak pelajaran yang ajaib, yang menjelaskan kepada setiap penyeru ke jalan Allah, bahwa bagaimanapun kejahatan dilancarkan tipu daya dan persekongkolannya dan bagaimanapun berkuasanya kejahatan, seorang muslim tetap mengupayakan dakwah ke jalan Allah dengan penuh keyakinan dan harapan bahwa Allah akan membela agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya. Dan bagaimanapun dahsyatnya kejahatan sesungguhnya yang demikian itu tidak membuat surut seorang muslim dari jalan kebenaran dan berdakwah ke jalan-Nya.

Dan pada kisah ini juga terdapat penghibur bagi seorang mu’min bahwa Allah akan memenangkan agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya dan bahwa pada yang demikian ini benar-benar terdapat peringatan kepada pihak-pihak yang berlarut-larut di dalam kesesatan mereka dan kesewenang-wenangan mereka, hendaknya segera mereka sadar sebelum tidak ada lagi kesempatan. Dan bahwa siapa saja yang berjalan di atas garis Fir’aun yan terlaknat –yang kufur kepada Allah dan membunuhi para wali-Nya-, maka jalannya adalah jalan Fir’aun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang Fir’aun:

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلا فِي الأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Qs. Al Qashash: 4)

Dan apabila kita memperhatikan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita seagama di Gaza Palestina dan apa-apa yang menimpa mereka dari pembunuhan, pengusiran, tindak kesewenang-wenangan, permusuhan, penindasan dan kebrutalan yang tidak pernah ada di dalam sejarah, ini adalah peristiwa yang menyakitkan, luka-luka yang memilukan,

(lebih…)

Read Full Post »

Bismillah…

Buku “MAYAT-MAYAT CINTA” merupakan buku spesial lagi penuh faedah bagi kaum muslimin. Disuguhkan secara menarik, mulai dari cover buku, hingga bahasa penyajiannya.

Tapi, manusia tetaplah manusia, yang Allah sifati dengan kelalaian dan ketergesa-gesaan. Manusia itu pasti mempunyai salah. Dan tak luput pula buku “MAYAT-MAYAT CINTA” ini. Banyak terdapat kesalahan cetak di buku ini, bahkan ada 29 ralat yang disampaikan oleh pihak redaksi Toobagus Publishing.

(lebih…)

Read Full Post »

Fatwa Alim Besar Kota Madinah,

Syaikh `Ubaid bin Abdillah AI-Jabiry

-semoga Allah menjaga beliau­

Soal:

Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? wa Jazakumulahu Khairan.

(lebih…)

Read Full Post »

Bismillah…

Nama pemberian orangtuaku adalah Pery Oktriansyah. Terlahir normal dengan berat 3,5 kg. Kini sudah tumbuh dewasa karena sebab kasih sayang ibuku yang membesarkanku sendirian -single parent-, setelah pertolongan Allah. Nama itu tak pernah aku tahu artinya. Entahlah, aku pun tak terlalu nafsu untuk mengetahuinya. Dan yang aku tahu bahwa nama ‘Pery’ [sebetulnya double huruf R, tapi salah tulis di akte, akhirnya kebawa sampai sekarang] adalah nama yang banyak dipakai oleh orang-orang Eropa, orang-orang kafir Barat.

Ketika awal aku mengenal dakwah ahlus sunnah, saat itu aku ngaji dengan Abu Faqih -semoga Allah mengembalikan beliau ke jalan petunjuk- membahas kitab Ushul Tsalatsah yang disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Sampailah pembahasan tentang al-wala’ (rasa cinta atau loyal) dan al-bara’ (rasa benci) terhadap orang-orang kafir, yang mana salah satu bentuk sikap loyal kita terhadap mereka adalah nyaman memberi nama diri-diri kita dengan nama-nama kafir mereka. Dan namaku termasuk nama yang mengadopsi nama-nama orang kafir. HIks…

(lebih…)

Read Full Post »