Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pery oktriansyah’

Bismillah….

Sebagai orang Jawa, saya merasa bangga saat dulu menyebut Allah dengan menggandengkan ladaz jalalah Allah dengan kata ‘Gusti’. Karena bagi orang Jawa, hal itu merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap yang disebut ‘Gusti’. Kalau untuk menyebut raja atau sultan, itu sih biasa dan memang demikian awalnya fungsi kata tersebut. Tapi, muncul pertanyaan dalam benak saya, sebenarnya, pantaskah kata ‘gusti’ ini dilekatkan atau digandengkan dengan lafadz jalalah Allah?

Lantas, saya pun dulu merasa senang dan bangga saat menyebut nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan diiringi kata ‘Kanjeng’. Tapi, setelah dipikir-pikir dan setelah belajar apa itu sunnah, kok rasanya ada yang aneh dan hal ini mengusik pikiran saya.

Nah, oleh karena itulah, pada tanggal 23 Desember 2008 lalu saya sempatkan untuk bertanya kepada Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain melalui milis An-Nashihah dan alhamdulillah beliau sangat respon terhadap pertanyaan saya ini. Di mana beliau pada hari itu juga menjawab pertanyaan saya tersebut (salut buat milis An-Nashihah), jazahumullahu khairan katsiiraa….

Berikut ini jawaban yang disampaikan oleh ustadz dari pertanyaan saya mengenai penyebutan “Gusti Allah” dan ‘Kanjeng Nabi’.

(lebih…)

Read Full Post »

ayo-ngaji-lagi2Judul: Akhi… Ayo Ngaji Lagi!
Penulis: Faishal bin Su’ud Al Haliby
Penerjemah: Al Ustadz Abu Abdirrahman Abdul Aziz
Ukuran: 10×14 cm (buku saku)
Tebal: 92 halaman
Fisik: HVS 60, cover dov
Harga: Rp 9900

Betapa indahnya keadaan seorang hamba apabila imannya senantiasa terjaga. Namun bagaimana kondisinya bila iman itu terasa melemah?

Ibadah tak lagi nikmat, hati pun terasa gundah. Dulunya rajin shalat, bahkan senantiasa berjama’ah, sekarang malas. Yang dulu rajin mengaji, sekarang malah bersemangat meninggalkan majelis-majelis taklim dan tersibukkan dengan dunia. Yang dulunya sibuk menuntut ilmu, sekarang malah sibuk berkeliaran di pusat-pusat kemewahan.

Inilah futur –kelemahan semangat- yang apabila dibiarkan akan menjadi penyakit kronis yang bisa menjauhkan seseorang dari kebenaran.

Apa saja indikasi futur? Apa saja faktor-faktor yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam jurang futur? Tindakan apa yang semestinya diambil oleh seseorang ketika kelemahan semangat itu datang?

Dapatkan jawabannya dalam buku ini! Kecil dan ringkas, namun semoga dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan diri kita dari penyakit futur. Bahkan lebih dari itu, dengan memberikannya kepada ikhwan yang menjauh dari majelis ilmu atau futur, Anda telah membantu mengajak kembali ke jalan sunnah. Akhi, Ayo Ngaji lagi!
sumber : http://www.al-husna.com

Read Full Post »

Bismillah…

Nama pemberian orangtuaku adalah Pery Oktriansyah. Terlahir normal dengan berat 3,5 kg. Kini sudah tumbuh dewasa karena sebab kasih sayang ibuku yang membesarkanku sendirian -single parent-, setelah pertolongan Allah. Nama itu tak pernah aku tahu artinya. Entahlah, aku pun tak terlalu nafsu untuk mengetahuinya. Dan yang aku tahu bahwa nama ‘Pery’ [sebetulnya double huruf R, tapi salah tulis di akte, akhirnya kebawa sampai sekarang] adalah nama yang banyak dipakai oleh orang-orang Eropa, orang-orang kafir Barat.

Ketika awal aku mengenal dakwah ahlus sunnah, saat itu aku ngaji dengan Abu Faqih -semoga Allah mengembalikan beliau ke jalan petunjuk- membahas kitab Ushul Tsalatsah yang disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Sampailah pembahasan tentang al-wala’ (rasa cinta atau loyal) dan al-bara’ (rasa benci) terhadap orang-orang kafir, yang mana salah satu bentuk sikap loyal kita terhadap mereka adalah nyaman memberi nama diri-diri kita dengan nama-nama kafir mereka. Dan namaku termasuk nama yang mengadopsi nama-nama orang kafir. HIks…

(lebih…)

Read Full Post »

Insya Allah di Bogor akan diadakan ta’lim:

Pemateri : Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
(murid Asy Syaikh Muqbil rahimahullah dan Asy Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah)

(lebih…)

Read Full Post »

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة و بركاته

Hadirilah Pengajian Islam Ilmiah (Muhadhoroh) untuk umum, dengan tema :

” Kaidah Seputar TAHDZIR “

Pemateri : Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi (*)

(lebih…)

Read Full Post »