Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘soal jawab’

Bismillah….

Sebagai orang Jawa, saya merasa bangga saat dulu menyebut Allah dengan menggandengkan ladaz jalalah Allah dengan kata ‘Gusti’. Karena bagi orang Jawa, hal itu merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap yang disebut ‘Gusti’. Kalau untuk menyebut raja atau sultan, itu sih biasa dan memang demikian awalnya fungsi kata tersebut. Tapi, muncul pertanyaan dalam benak saya, sebenarnya, pantaskah kata ‘gusti’ ini dilekatkan atau digandengkan dengan lafadz jalalah Allah?

Lantas, saya pun dulu merasa senang dan bangga saat menyebut nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan diiringi kata ‘Kanjeng’. Tapi, setelah dipikir-pikir dan setelah belajar apa itu sunnah, kok rasanya ada yang aneh dan hal ini mengusik pikiran saya.

Nah, oleh karena itulah, pada tanggal 23 Desember 2008 lalu saya sempatkan untuk bertanya kepada Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain melalui milis An-Nashihah dan alhamdulillah beliau sangat respon terhadap pertanyaan saya ini. Di mana beliau pada hari itu juga menjawab pertanyaan saya tersebut (salut buat milis An-Nashihah), jazahumullahu khairan katsiiraa….

Berikut ini jawaban yang disampaikan oleh ustadz dari pertanyaan saya mengenai penyebutan “Gusti Allah” dan ‘Kanjeng Nabi’.

(lebih…)

Read Full Post »