Bismillahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiimi
Segala pujian terindah yang paling indah hanya bagi Allah yang Maha Indah, satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar, tiada sekutu bagi-Nya.
Semoga Allah curahkan shalawat dan salam kepada seorang Rasul teladan mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang berittiba’ kepada beliau dengan baik dan benar.
Entah apa yang ingin aku katakan pada diriku sendiri dan juga pembaca sekalian atas hadirnya blog ini. Mungkin dan -lebih tepatnya- pasti serta merupakan suatu keharusan bahwa pujian kepada Allah sajalah yang pantas untuk kuutarakan.
Bismillah, kan kujajaki jalan yang penuh duri ini, walaupun aku tahu resiko yang bakal kuhadapi. Ujian pasti kan datang menghantui dan duri juga pasti kan merintangi jalan dakwah ini. Sahabatku yang dulu kutinggal pergi, kini kucoba tuk kembali, dengan ‘wajah’ yang kucoba tuk semakin berseri dan senyum yang mulai kembang terpatri.
Bismillah, kan kuhadapi sebuah jalan hidup yang mau tak mau pasti terjadi. Jalan dakwah adalah darah yang mengalir pada diri kami. Dakwah kami bukan untuk partai, bukan untuk golongan, bukan pula untuk perut dan kemaluan. Dakwah ini, bukan tuk mencari nama dan ‘daun hijau’ dari daun-daun dunia. Karena dakwah ini, sejatinya hanya untuk Allah Jalla wa ‘Alaa semata.
Bismillah, kini ku kembali. Kembali datang tuk menemani kawan-kawan. Mengusung dakwah di dunia maya, dunia yang terkadang penuh tipu daya. Hati-hati dan tetap mawas diri, menjaga iman dan manhaj yang telah aku pilih agar tak terlepas karena seonggok duri, yang semuanya itu kan dapat dilalui dengan ilmu, amal, dakwah, dan bersabar di atas jalan islam ini.
Bismillah, 19 tahun kan ku jelang sebentar lagi. Masa remaja yang penuh gejolak diri. Bukan gampang tuk menaklukkan nafsu, keinginan, dan obsesi seorang diri, jika tanpa meminta pertolongan dari Allah, rabbul “alamin. 19 tahun bukan masa yang santai dan harus dihabiskan di arena permainan dunia. Karena 19 tahun ini kan ditanya oleh Tuhanku, untuk apa 19 tahun ini dihabiskan. Akankah ku bisa menjawabnya, “Di jalan-Mu, ya Allah”?
Ataukah mulutku kan terkunci mati, bungkam, membisu, tak berani angkat suara. Yang ada hanya gemetar hati dan menggigilnya badan, menagis darah dan peluh serta nanah. Tertunduk lemas tak berdaya, lalu Allah lemparkan tubuh 19 tahun ini ke dalam jurang neraka kehinaan selama-lamanya.
Bismillah, semoga 19 tahun yang kan kujelang nanti, kan menjadi indah di akhirnya dan menjadikan aku bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Amin yaa mujibas saa-iliin…
Oh iya, blog ini tidak aku buat dalam rangka milad atau ulang tahunku yang 19 nanti. Bukan pula karena aku ingin bikin sensai. Tapi, karena 19 tahun bagiku adalah umur yang cukup berarti, tatkala di 18 tahun ini, ku telah banyak menodai diri sendiri dengan dosa dan kemaksiatan. Sehingga, kini, ku harus berbenah diri untuk menjadi seorang manusia yang baik; aqidahnya, manhajnya, akhlaknya, ibadahnya, dan mumalah serta aspek kehidupan yang lainnya.
Sekali lagi, blog ini aku buat BUKAN dalam rangka refleksi akhir dari 18 tahunku dan ulang tahun 19 tahunku. Karena ku yakin bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi dan seburuk-buruk urusan adalah yang menyelisihi pentunjuk Nabi. Wallahu A’lam bish showwab…
Abu Hanif Al-Bligi









Barokallohu fiikum. Ini hanif007 yang dulu bukan?
Assalaamu’alaikum,
Alhamdulillah, akhirnya antum muncul lagi, coz ana suka dunlud file-filenya, syukron ya Akhy & salam kenal dari Qu.