Bismillah…
Si Biang Kerok Berulah
Angin berhembus tenang, menyejukkan hamparan padang pasir jazirah Arab. Unta-unta menderum menikmati panas matahari dan beristirahat sejenak. Manusia hiruk pikuk melakukan berbagai aktivitasnya. Tapi, kesejukan itu perlahan mulai hilang, kedamaian itu mulai luntur, dan yang ada justru sebaliknya. Yakni pertikaian dan permusuhan.
Ya. Tatkala itu, agama Nabi Ibrahim masih bisa dibilang cukup eksis di jazirah Arab, akan tetapi tidak bisa dibilang hilang sama sekali. Bangsa Quraisy termasuk bangsa yang masih beragama dengan agama nabi Ibrahim dan nabi Ismail ‘alaimas salam. Akan tetapi, hal itu dihancurkan oleh kebodohan dan ketololan seorang yang celaka lagi binasa, ‘Amr bin Luhai Al-Khuza’i dari kabilah Khuza’ah. Bagaimankah kisah si biang kerok kesyirikan pertama bangsa Quraisy (pada khususnya) dan Jazirah Arab (pada umumnya) ini? Simaklah kisah berikut ini…
Suatu ketika, untuk sebuah keperluan, ‘Amr bin Luhai ini mengadakan sebuah perjalanan ke negeri Syam. Dan ternyata, di sana dia melihat perbuatan yang aneh dan mengherankan dari penduduk Syam. Yakni bahwa mereka menyembah kepada patung dan berhala yang lainnya. Dan celakanya, si ‘Amr bin Luhai ini memandang hal itu merupakan suatu kebaikan.
Kenapa? Karena dia berpikiran bahwa Syam adalah negeri tempat diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kita suci, sehingga apa yang dilakukan oleh penduduk negeri yang demikian keadaannya (negeri tempat diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci) pastilah baik dan benar. Dan yang lebih celaka lagi, ternyata dia juga membawa sebuah patung yang bernama Hubal dan meletakkannya di Ka’bah. La’natullah ‘Alaih.
Hubal ini adalah sebuah patung yang terbuat dari batu mulia berwarna merah yang berbentuk seorang manusia yang patah tangan kanannya. Orang-orang Quraisy sudah mendapati Hubal dalam keadaan cacat seperti itu. Lalu, dengan aneh dan bodohnya, mereka juga membuatkan satu tangan lagi buat Hubal dari emas. Hubal iniah berhala pertama, terbesar, dan terlama yang ada pada bangsa Arab.
Waktu pun berjalan, pasti dan terus berputar. ‘Amr bin Luhai mulai mendakwahi penduduk Mekkah untuk turut serta menyembah patung Hubal tersebut. Beribadah kepada mereka, memohon hajat kepada mereka, dan berdoa kepada mereka, serta menyerahkan berbagai macam bentuk ibadah lainnya kepada mereka juga. Lambat laun sebagian besar penduduk jazirah Arab pun mengikuti amalan penduduk Mekkah tersebut karena mereka dianggap sebagai pengurus Ka’bah dan penduduk tanah suci. Jadi, pastilah amalan mereka lebih baik, sehingga patut untuk ditiru-menurut anggapan bangsa-bangsa Arab lainnya-.
Nah, inilah yang disebut dengan kaum musyrikin jahiliyah. Musyrikin karena mereka menyekutukan Allah dengan patung-patung itu dalam beribadah pada Allah. Jahiliyah karena mereka itu bodoh-bodoh terhadap kebenaran dan karena masa tersebut adalah masa sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Balasan Mengenaskan Buat Si Biang Kerok, ‘Amr bin Luhai
Sudah kita ketahui bersama betapa busuk dan jahatnya si biang kerok ini. Dengan bodoh dan kurang ajarnya dia merubah agama tauhid menjadi agama sampah berhala. Maka, mari kita simak berita dari Rasulullah tentang keadaannya di neraka nanti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Aktsam bin Al-Jaun Al-Khuza’i, “Wahai Aktsam, aku melihat ‘Amr bin Luhai bin Qama’ah bin Khindif menarik ususnya di dalam neraka. Aku tidak melihat seorang pun yang mirip dengannya kecuali engkau dan tidaklah aku lihat orang yang mirip denganmu daripada dia.”
Aktsam bertanya, “Mungkinkah kemiripannya denganku membahayakan aku, wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Tidak! Engkau adalah seorang mukmin, sedangkan dia kafir! Dialah yang pertama kali mengubah agama Nabi Ismail ‘alaihis salam dan membuat berhala … ” (HR. Ibnu Ishaq dalam As-Sirah Ibnu Hisyam dari abu Hurairah)
=================================================================
Boleh dicopy dengan mencantumkan sumbernya : http://www.hanif019.wordpress.com
Sumber bacaan : Buku “Kisah-kisah Berhala Musyrikin” cet. Gema Ilmu Jogja hal 23-25 dengan perubahan redaksional dari pemilik blog. Buku tersebut dapat dibeli di sini









blog baru ya akh… barakallahufikum